Jumat, 15 Oktober 2010

PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN PELAKSANAAN MOBILISASI DINI PASCA PEMBEDAHAN DAERAH ABDOMEN DI RUMAH SAKIT

BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Tindakan pembedahan merupakan pengalaman menegangkan bagi sebagian pasien, hal ini dikarenakan kurang pengetahuan mengenai tindakan perawatan maupun tindakan medis yang akan dilakukan terhadapnya, perawat bertanggung jawab dalam memberikan informasi dan atau penyuluhan terkait dengan tindakan pembedahan yang akan di terimanya. (Smith. At all 1982) mendefinisikan penyuluhan pre operasi sebagai tindakan suportif dan pendidikan yang dilakukan perawat untuk membantu pasien bedah dalam meningkatkan kesehatan sendiri sebelum dan sesudah pembedahan. Tuntutan pasien akan bantuan keperawatan terletak pada area pengambilan keputusan, tambahan pengetahuan, keterampilan, dan perubahan perilaku.(dikutip dari Carpenito 1995). Penyuluhan pada pasien yang akan dilakukan tindakan pembedahan diberikan dangan tujuan meningkatkan kemampuan adaptasi pasien dalam menjalani rangkaian prosedur pembedahan sehingga klien diharapkan lebih kooperatif, berpartisipasi dalam perawatan post operasi, dan mengurangi resiko komplikasi post operasi.(Donna Ignativicius,1996). Dari pengalaman klinik, peneliti sering menjumpai pasien post operasi pembedahan abdomen yang tidak melakukan mobilisasi segera, sehingga hari perawatan lebih lama dan kemungkinan komplikasi post-operasi seperti atlektasis dan pneumonia hipostatis dapat terjadi, pelaksanaan mobilisasi perlu mendapat penjelasan sebelum operasi dilaksanakan guna meningkatkan kemampuan kemandirian pasien post operasi.
Mobilisasi merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak bebas, mudah, teratur, mempunyai tujuan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup sehat,dan penting untuk kemandirian ( Barbara Kozier 1991), demikian pula dengan pasien pos operasi di harapkan dapat melakukan mobilisasi sesegera mungkin, seperti melakukan gerakan kaki ,bergeser di tempat tidur, melakukan nafas dalam dan batuk  efektif dengan membebat luka dengan jalinan kedua tangan di atas luka opersi, dan teknik bangkit dari tempat tidur ( Brunner & Suddarth, 1996 ), dengan melakukan mobilisasi sesegera mungkin, hari perawatan pasien akan lebih singkat dan komplikasi pos operasi tidak terjadi.
Dari uraian di atas maka penyuluhan pre operasi diperlukan agar perilaku pasien post operasi dapat berubah dari ketidaktahuan menjadi paham akan perawatan dirinya, dan khusunya mengenai mobilisasi pos operasi pasien telah mempunyai gambaran atau pengetahuan perawatan post operasi. Penyuluhan pasien pre operasi perlu dipersiapkan dengan baik, sehingga partisipasi aktif pasien pos operasi dalam meningkatkan kesehatan dirinya akan lebih baik (Luckmann and Sorensen's, 1987). Sebagai mana diketahui bahwa penyuluhan pre operasi merupakan upaya perawat sebagai pendidik dengan tujuan merubah perilaku pasien dalam pencapaian tujuan (Notoatmojo, 2003). Dengan memberikan penyuluhan pre operasi pasien dapat mengadopsi berbagi strategi guna peningkatan kemampuan adaptasi pasien pos operasi sehingga kemandirian segera tercapai dan dapat mempersingkat hari perawatan.
Dengan melihat phenomena diatas,maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Pelaksanaan Mobilisasi Dini Pasca Pembedahan daerah Abdomen Diruang Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Andi Maksau Parepare. Banyak hal tentang penyuluhan kesehatan pasca operasi, namun pada kesempatan ini peneliti hanya membatasi salah satu aspek yaitu pengaruh penyuluhanpelaksanaan mobilisasi dini saja.
B.     RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah dapat dirumuskan masalah penelitian ini adalah “pengaruh penyuluhan kesehatan pelaksanaan mobilisasi dini pasca pembedahan daerah abdomen”
C.    TUJUAN PENELITIAN
1.      Tujuan umum.
Menjelaskan pengaruh penyuluhan terhadap pelaksanaan mobilisasi dini pasca pembedahan daerah abdomen.
2.      Tujuan Khusus
a.       Mengukur kemampuan pengetahuan pasien tentang mobilisasi pasca pembedahan daearah abdomen
b.      Mengukur sikap pasien dalam melakukan mobilisasi post operasi pembedahan daerah abdomen
c.       Mengobservasi pelaksanaan mobilisasi post operasi pada pasien pembedahan abdomen
d.      Mengidentifikasi pengaruh penyuluhan pre operasi terhadap perubahan tingkat pengetahuan tentan mobilisasi post operasi
e.       Mengidentifikasi pengaruh penyuluhan pre operasi terhadap perubahan sikap tentang mobilisasi post operasi
f.       Mengidentifikasi pengaruh penyuluhan pre operasi terhadap pelaksanaan mobilisasi post operasi pembedahan abdomen
D.    MANFAAT PENELITIAN.
Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan bagi :
1.      Instansi rumah sakit
Untuk memberikan masukan dan pengembangan pelayanan kesehatan pada pasien dalam peningkatan kualitas pelayanan, khususnya dalam penyuluhan mobilisasi dini pada pasien pasca operasi dirumasakit umum andi makkasau parepare
2.      Istitusi pendidikan
Sebagai bahan untuk meningkatkan pengetahuan tentang penanganan serta program pendidikan dan pengembangan.
3.      Perawat
Sebagai informasi dan masukan dalam peningkatan wawasan tentang mobilisasi sehingga dapat memberikan tindakan keperawatan secara propesional dan konprehensif

4.      Peneliti.
Penelitian ini diharapkan dapat menambah dan memperluas pengetahuan penulis mengenai pengaruh mobilisasi pasca operasi dan meningkatkan propesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar